profil gender

1 Mei 2017, Posted by Admin

Indonesia adalah negara kelima dengan populasi terbesar di dunia sekaligus negara pertama dengan populasi muslim terbesar di dunia, ia memiliki karakteristik berupa keragaman pola hidup dan budaya. Faktor kuantitas ini ternyata belum dibarengi dengan pengembangan kualitas individunya terutama pendidikan sebagai sumber penempaan sumber daya manusia yang paling konkrit. Hal ini tentu sangat riskan mengingat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sudah semakin maju, terutama menyangkut relevansi dengan kebutuhan tenaga kerja yang sudah semakin dinamis, yang tentunya menuntut sumber daya manusia yang profesional secara teknis dan filosofis agar Indonesia dapat menjadi bangsa yang mampu bersaing dikompetisi global.

Diantara faktor pendorong pertumbuhan ekonomi yang paling prospektif di Indonesia salah satunya adalah perkembangan ekonomi Islam, yang berkembang baik secara teori maupun praktek. Secara teori bisa dilihat dari banyaknya perguruan tinggi yang membuka konsentrasi dibidang ini, secara praktekpun dapat dilihat melalui kuantitas lembaga keuangan syariah baik yang bank maupun yang non-bank yang semakin meningkat.

Namun ternyata perkembangan praktek ekonomi Islam belum diimbangi dengan perkembangannya pada tataran akademik, hal ini bisa terlihat jelas dari sumber daya insani yang sekarang berpartisipasi dalam perkembangan lembaga keuangan syariah yang masih didominasi oleh pindahan dari konvensional dan hanya sedikit yang berasal dari fresh graduate ekonomi Islam. Kendala utamanya adalah belum adanya SDI yang memiliki pemahaman yang seimbang antara fiqh mu’amalah dan ilmu ekonomi praktis.

Menurut Bank Indonesia, perkembangan perbankan syariah kedepannya dirasa masih sangat prospektif, apalagi pada saat krisis 1998, perbankan syariah mampu bertahan ditengah anjloknya kepercayaan masyarakat terhadap dunia perbankan, maka tak heran bila ada asumsi yang mengatakan bahwa perbankan syariah akan mampu bertahan dimasa krisis global seperti saat ini, apalagi kini

Katalog Jurnal PSGA